Studi Kasus: KatsuKu

Saya ingin sistem pelatihan yang bisa jalan sendiri dan bisa ditinjau ulang kalau ada yang lupa,”

Tentang Katsuku

Katsuku adalah brand fastfood Jepang yang berkembang pesat di wilayah Jabodetabek. Didirikan oleh seorang pengusaha muda bernama Richard, Katsuku kini memiliki 10 cabang di Jakarta dan Tangerang, dengan menu andalan seperti chicken katsu, beef teriyaki, dan rice bowl cepat saji.

Sebagai bisnis yang beroperasi dengan kecepatan tinggi dan sistem franchise-style, Katsuku sangat bergantung pada karyawan part-time dan daily worker, khususnya di bagian dapur dan kasir.

Goals

Richard menyadari bahwa sistem pelatihan tradisional—yang mengandalkan briefing manual dari store leader—tidak lagi efisien saat bisnis terus berkembang.
Dua hal utama yang ingin ia capai:

  • Mengurangi waktu dan biaya untuk pelatihan berulang

  • Membuat dokumentasi SOP yang bisa direview kapan saja, agar tidak bergantung pada ingatan satu orang

Masalah yang Dihadapi

Seiring pertumbuhan cabang dan rotasi karyawan yang tinggi, Richard mulai menghadapi beberapa tantangan serius:

  • Karyawan harian sering keluar-masuk, sehingga proses pelatihan berulang-ulang memakan waktu dan tenaga.

  • SOP antar cabang jadi tidak konsisten, karena pelatihan dilakukan manual oleh store leader masing-masing.

  • Leader kewalahan harus menjelaskan ulang SOP dasar seperti plating, penyajian, hingga kebersihan.

  • Customer experience jadi tidak stabil, karena standar layanan tidak terjaga secara menyeluruh.

Solusi Bersama KreasiLMS

Richard kemudian memilih paket Daily Operation dari KreasiLMS, yang dirancang khusus untuk bisnis dengan tim harian atau part-time.

Proses yang dilakukan :

  • KreasiLMS melakukan sesi konsultasi untuk memetakan SOP harian utama di kitchen & kasir Katsuku.

  • Tim videografer dan penulis dari KreasiLMS terjun langsung ke cabang untuk merekam proses kerja standar.

  • SOP diubah menjadi modul digital berisi video + kuis, yang bisa diakses kapan saja oleh karyawan baru.

  • Setiap store leader cukup kirim link pembelajaran, dan hasilnya bisa dipantau langsung dari dashboard.

Hasil yang Diperoleh

Dalam 2 bulan sejak implementasi, Richard melaporkan perubahan signifikan:

  • ⏱️ Waktu briefing berkurang hingga 50%

  • SOP antar cabang jadi konsisten karena semua pelatihan mengacu ke modul yang sama

  • 📲 Karyawan bisa belajar dari HP masing-masing, bahkan sebelum hari pertama kerja

  • 🔁 Karyawan lama pun bisa review SOP kapan saja saat merasa lupa atau ragu

  • 🌱 Bisnis lebih siap ekspansi, karena SOP sudah terdokumentasi dan bisa di-copy ke cabang baru